Cara Mudah menghafal Nama Surat dalam Al Quran

Bismillahirrahmanirrahim.

Ada cerita menarik :) Bacanya dengan senyum... Ternyata hubungan surat dalam Al Quran cukup unik sehingga menjadikan nama surat dalam Al Quran lebih mudah untuk diingat, salah satu caranya adalah dengan menggunakan cerita bersambung. Begini ceritanya:

Cerita I; (Surah 1 – 10)
Aku membaca Al-Qur’an dimulai dengan PEMBUKAAN. Kebetulan waktu itu tetanggaku sedang memotong SAPI BETINA untuk KELUARGA IMRAN yang punya anak wanita bernama AN NISA. Ia lapar lalu makan HIDANGAN, sisanya ia berikan untuk BINATANG TERNAK yang berkandang di TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI, di sana dibagikan HARTA RAMPASAN PERANG yang dilakukan setelah TAUBAT seperti taubatnya YUNUS.

PEMBUKAAN-AL-FATIHAH (1), SAPI BETINA-AL-BAQOROH (2), KELUARGA IMRAN-ALI IMRON (3), AN NISA(WANITA)-AN NISA (4), HIDANGAN-AL MAIDAH (5), BINATANG TERNAK-AL AN‘AM (6), TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI-AL A’ROF (7), HARTA RAMPASAN PERANG-AL ANFAL (8), TAUBAT-AT TAUBAH (9), YUNUS-YUNUS (10).

Cerita II; (Surah 11 – 20)
HUD dan YUSUF berlindung dari PETIR sementara itu IBRAHIM berlindung di PEGUNUNGAN HIJR tempat dimana LEBAH memulai PERJALANAN MALAM menuju ke GUA tempat bersembunyinya MARYAM dan TOHA.

HUD-HUD (11), YUSUF-YUSUF (12), PETIR-AR RA’D (13), IBRAHIM-IBRAHIM (14), PEGUNUNGAN HIJR-AL HIJR (15), LEBAH-AN NAHL (16), PERJALANAN MALAM-AL ISRO (17), GUA-AL KAHFI (18), MARYAM-MARYAM (19), TOHA-TOHA (20).

Cerita III; (Surah 21 – 30)
PARA NABI pergi HAJI bersama ORANG-ORANG BERIMAN berpakaian putih-putih sehingga laksana CAHAYA yang menjadi PEMBEDA ANTARA YANG BENAR DAN BATHIL seperti ceritanya PARA PENYAIR tentang SEMUT dalam buku KISAH-KISAH dan tentang LABA-LABA yang menyerang BANGSA ROMAWI.

PARA NABI-AL ANBIYA (21), HAJI-AL HAJJ (22), ORANG-ORANG BERIMAN-AL MU’MINUN (23), CAHAYA-AN NUR (24), PEMBEDA ANTARA YANG BENAR DAN BATHIL-AL FURQON (25), PARA PENYAIR-ASY SYU‘ARO (26), SEMUT-AN NAML (27), KISAH-KISAH-AL QOSHOSH (28), LABA-LABA-AL ‘ANKABUT (29), BANGSA ROMAWI-AR RUM (30).

Cerita IV; (Surah 31 – 40)
LUKMAN berSUJUD walaupun GOLONGAN YANG BERSEKUTU dan KAUM SABA’ tidak beriman kepada Yang Maha PENCIPTA. Sementara YASIN memimpin orang YANG BERSHAF-SHAF membentuk huruf SHOD dengan ROMBONGAN-ROMBONGAN untuk memohon kepada YANG PENGAMPUN dari kesalahan.

LUKMAN-LUQMAN (31), SUJUD-AS SAJDAH (32), GOLONGAN YANG BERSEKUTU-AL AHZAB (33), KAUM SABA’-SABA’ (34), PENCIPTA-FATHIR (35), YASIN-YASIN (36), YANG BERSHAF-SHAF-ASH SHOOFFAT (37), SHOD-SHOD (38), ROMBONGAN-ROMBONGAN-AZ ZUMAR (39), YANG PENGAMPUN-GHOFIR (40).

Cerita V; (Surah 41 - 50)
YANG DIJELASKAN dalam MUSYAWARAH itu tentang hukum PERHIASAN yang dicari dalam KABUT oleh YANG BERLUTUT di BUKIT-BUKIT PASIR tempat MUHAMMAD mendapat KEMENANGAN, musyawarahnya di KAMAR-KAMAR bertuliskan huruf QOF.

YANG DIJELASKAN-FUSHSHILAT (41), MUSYAWARAH-ASY SYURA (42), PERHIASAN-AZ ZUKHRUF (43), KABUT-AD DUKHAN (44), YANG BERLUTUT-AL JATSIYAH (45), BUKIT-BUKIT PASIR-AL AHQOF (46), MUHAMMAD-MUHAMMAD (47), KEMENANGAN-AL FATH (48), KAMAR-KAMAR-AL HUJURAT (49), QOF-QOF (50).

Cerita VI; (Surah 51 – 60)
ANGIN YANG MENERBANGKAN menghembus BUKIT saat BINTANG dan BULAN bersinar atas kuasa YANG MAHA PEMURAH sebelum HARI KIAMAT yang meluluhkan BESI, pada saat WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN mengalami PENGUSIRAN sebagaimana menimpa PEREMPUAN YANG DIUJI.

ANGIN YANG MENERBANGKAN-ADZ DZARIYAH (51), BUKIT-ATH THUR (52), BINTANG-AN NAJM (53), BULAN-AL QOMAR (54), YANG MAHA PEMURAH-AR RAHMAN (55), HARI KIAMAT-AL WAQI ‘AH (56), BESI-AL HADID (57), WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN-AL MUJADILAH (58), PENGUSIRAN-AL HASYR (59), PEREMPUAN YANG DIUJI-AL MUMTAHANAH (60).

Cerita VII; (Surah 61 – 70)
BARISAN orang beriman pada HARI JUM’AT berbeda dengan ORANG-ORANG MUNAFIK saat HARI DITAMPAKAN KESALAHAN-KESALAHAN, terutama yang suka TALAK dalam pernikahan dan Allah MENGHARAMKAN ambil alih KERAJAAN secara tertulis dengan PENA hingga HARI KIAMAT, dimana tidak ada lagi TEMPAT-TEMPAT NAIK bagi amal sholih.

BARISAN-ASH SHOF (61), HARI JUM’AT-AL JUMU’AH (62), ORANG-ORANG MUNAFIK-AL MUNAFIQUN (63), HARI DITAMPAKAN KESALAHAN-KESALAHAN-AL TAGHOBUN (64), TALAK-ATH THOLAQ (65), MENGHARAMKAN-AT TAHRIM (66), KERAJAAN-AL MULK (67), PENA-AL QOLAM (68), HARI KIAMAT-AL HAAQQAH (69), TEMPAT-TEMPAT NAIK-AL MA‘ARIJ (70).

Cerita VIII; (Surah 71 – 80)
NUH diganggu JIN yang suka mengganggu ORANG YANG BERSELIMUT dan ORANG YANG BERKEMUL hingga KIAMAT, ketika itu MANUSIA didatangkan MALAIKAT YANG DIUTUS menyampaikan BERITA BESAR tentang kematian yang dibawa MALAIKAT-MALAIKAT YANG MENCABUT nyawa sedangkan IA BERMUKA MASAM.

NUH-NUH (71), JIN-AL JINN (72), ORANG YANG BERSELIMUT-AL MUZAMMIL (73), ORANG YANG BERKEMUL-AL MUDATSTSIR (74), KIAMAT-AL QIYAMAH (75), MANUSIA-AL INSAN (76), MALAIKAT YANG DIUTUS-AL MURSALAT (77), BERITA BESAR-AN NABA’ (78), MALAIKAT-MALAIKAT YANG MENCABUT-AN NAZI‘AT (79), IA BERMUKA MASAM-‘ABASA (80).

Cerita IX; (Surah 81 – 90)
Gempa MENGGULUNG bumi hingga TERBELAH dan ORANG-ORANG YANG CURANG pun ikut TERBELAH hancur lebur seperti GUGUSAN BINTANG, diantaranya bintang YANG DATANG DI MALAM HARI atas kuasa YANG PALING TINGGI, sedangkan HARI PEMBALASAN tidak akan muncul FAJAR di NEGERI manapun.

MENGGULUNG-AT TAKWIR (81), TERBELAH-AL INFITHOR (82), ORANG-ORANG YANG CURANG-AL MUTHOFFIFIN (83), TERBELAH-AL INSYIQOQ (84), GUGUSAN BINTANG-AL BURUJ (85), YANG DATANG DI MALAM HARI-ATH THORIQ (86), YANG PALING TINGGI-AL A‘LA (87), HARI PEMBALASAN-AL GHOSYIYAH (88), FAJAR-AL FAJR (89), NEGERI-AL BALAD (90).

Cerita X; (Surah 91 – 100)
MATAHARI terbenam ketika MALAM tiba hingga WAKTU DHUHA, ketika itu Allah MELAPANGKAN rizki dan menumbuhkan BUAH TIN untuk manusia yang berasal dari SEGUMPAL DARAH dengan KEMULIAAN sebagai BUKTI, dan tanah mengalami KEGONCANGAN akibat KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG.

MATAHARI-ASY SYAMS (91), MALAM-AL LAIL (92), WAKTU DHUHA-ADH DHUHA (93), MELAPANGKAN-AL INSYIROH (94), BUAH TIN-AT TIN (95), SEGUMPAL DARAH-AL ‘ALAQ (96), KEMULIAAN-AL QODR (97), BUKTI-AL BAYYINAH (98), KEGONCANGAN-AZ ZALZALAH (99), KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG-AL ‘ADIYAT (100).

Cerita XI; (Surah 100 – 114)
Pada HARI KIAMAT tidak lagi kesempatan BERMEGAH-MEGAHAN, pada MASA itu si PENGUMPAT diinjak-injak GAJAH milik SUKU QURAISY tanpa menyisakan BARANG-BARANG YANG BERGUNA sedikit pun, apalagi NI’MAT YANG BANYAK semuanya pergi dan ORANG-ORANG KAFIR tanpa PERTOLONGAN disiksa di GEJOLAK API karena tidak IKHLAS, padahal WAKTU SUBUH hendaknya MANUSIA sholat.

HARI KIAMAT-AL QORI‘AH (101), BERMEGAH-MEGAHAN-AT TAKATSUR (102), MASA-AL ‘ASHR (103), PENGUMPAT-AL HUMAZAH (104), GAJAH-AL FIIL (105), SUKU QURAISY-QURAISY (106), BARANG-BARANG YANG BERGUNA-AL MA‘UN (107), NIKMAT YANG BANYAK-AL KAUTSAR (108), ORANG-ORANG KAFIR-AL KAFIRUN (109), PERTOLONGAN-AN NASHR (110), GEJOLAK API-AL LAHAB (111), IKHLAS-AL IKHLASH (112), WAKTU SUBUH-AL FALAQ (113), MANUSIA-AN NAAS (114).



Sumber : http://nippontori.multiply.com/journal/item/74

Posted by
Solahudin Syihab

More

Mengajar Anak Menghafal Al Quran Dengan Metode Rumah Qurani

Metode “Rumah Qurani” yang kami maksud adalah metode yang diilhami dari pengajaran Al Quran di Jamiatul Quran yang didirikan oleh Sayyid Muhammad Mahdi Tabatabai, di Iran. Insya Allah, metode lengkapnya secara bertahap akan di-upload di website Rumah Pohonku. Namun untuk sementara, inilah garis besar metode tersebut, yang bisa Anda terapkan kepada anak-anak Anda mulai dari sekarang.

Tujuan utama metode Rumah Qurani adalah mengajar anak mengenal Al Quran secara menyenangkan dan komprehensif sehingga insya Allah tercipta generasi yang cinta Al Quran dan berakhlak Qurani.

Langkah Pertama: tetapkan motivasi yang benar

Yang jelas, motivasi kita untuk mengajar anak menghafal Al Quran bukanlah karena orang lain, “Lihat itu, si Budi sudah hapal 10
surat, masak kamu tidak bisa?!” Carilah motivasi yang benar, antara lain, untuk mendidik akhlak anak agar sesuai dengan ajaran Kitab Suci Ilahi ini. (baca: Mengapa Kita dan Anak Kita Perlu Menghafal Al Quran)

Langkah Kedua: mulailah dengan pengajaran ayat-ayat yang sederhana dan mudah diaplikasikan anak dalam kehidupan sehari-hari

Langkah ini bertujuan antara lain untuk membuat anak familiar dengan bunyi-bunyi bahasa Arab yang tentu awalnya terasa asing bagi mereka. Dengan kata lain, mereka akan menyadari bahwa ayat Quran adalah sesuatu yang ‘hidup’ dalam keseharian, bukan ‘mantra-mantra aneh’. Konsep-konsep dalam ayat-ayat pilihan tersebut dengan mudah bisa digambar oleh orang tua, lalu anak disuruh mewarnainya. Anak dan orang tua juga bisa mendiskusikan banyak hal dari ayat itu.

Sebagai contoh, ayat yang berhubungan dengan berbuat baik kepada ibu-bapak (waa bil waalidaini ihsaanaa — Al Israa:23). Kita bisa menggambar di kertas: seorang anak yang sedang mencium tangan ibu dan ayah. Beberapa contoh gambar sederhana, bisa dilihat di http://www.rumahpohonku.net/

Pilihan topik-topik ayat lain yang konsepnya mudah diaplikasikan:

a. Topik ayat: kebersihan badan
Ayat: wallahu yuhibbul mutathaahhiriin (At-Taubah:108)
Gambar: anak sedang mandi.

b. Topik ayat: kebersihan baju
Ayat: wa tsiyaabaka fa thahhir (Al Mudatsir:4)
Gambar: anak di samping mesin cuci dan baju di jemuran

c. Topik ayat: berhias/ berpenampilan rapi kalau ke mesjid
Ayat: khudzuu ziinatakum inda kulli masjid (Al A’raaf: 31)
Gambar: Anak sedang bersisir (bersiap-siap akan ke mesjid)

d. Topik ayat: mendirikan sholat
Ayat: wa aaqimis-sholaata li dzikrii (Thaha:14)
Gambar: anak sedang sholat (posisi berdiri)

e. Topik ayat: bekerjasama dengan teman dalam kebaikan
Ayat: wa ta’aawanu alal birri wa taqwaa (Al Maidah:2)
Gambar: seorang anak sedang memapah temannya yang kakinya terluka

Langkah Ketiga: lakukan proses menghafal dengan suasana yang menyenangkan dan komprehensif

Bila mengikuti metode aslinya (yaitu menggunakan metode Rumah Qurani), tentu saja diperlukan pelatihan terlebih dahulu. Namun, untuk sementara, kita bisa mencoba sebatas kemampuan kita saja, antara lain sbb:

a. Memahamkan kepada anak makna ayat yang sedang dihafal dengan menggunakan isyarat tangan. Misalnya ketika mengajarkan surat Al-Ikhlas:
qul huwal-Laahu ahad Qul (artinya: katakanlah) -> tangan menunjuk ke mulut
Huwal- (artinya: Dia) -> jari telunjuk menunjuk ke atas
Laahu (artinya: Allah) -> jari telunjuk menunjuk ke atas
Ahad (artinya: satu) -> tangan menunjukkan bilangan satu

b. Bila penggunaan isyarat tangan sulit dilakukan (karena memang untuk itu, kita harus menguasai minimalnya, sedikit, bahasa Arab), kita bisa menyiasatinya dengan menjelaskan makna ayat melalui gambar (seperti
langkah kedua di atas) atau melalui dongeng.

Misalnya, “Anakku, coba lihat di sekitarmu, ada pohon, gunung, langit, bunga, kupu-kupu…tahukah engkau siapa yang menciptakan semua itu? Alam semesta ini diciptakan oleh Allah yang Satu. Qul huwal-Laahu Ahad.
Allah itu Satu. Dst.c. Gunakan alat-alat bantu, misalnya VCD Quran yang banyak tersedia di pasaran.

c. Buat game atau permainan agar anak tidak merasa bosan.

Misalnya, ayah-ibu-Ahmad secara bergantian menyebut ayat yang sedang dihafal. Ayah ayat pertama, lalu Ibu ayat kedua, lalu Ahmad ayat ketiga, lalu kembali ke Ayah, dst. Ayah dan Ibu bisa saja berpura-pura lupa, lalu mendapat hukuman.

Langkah Keempat: berikan keteladanan

Salah satu hal yang paling menonjol dari metode pengajaran hafalan Quran yang diterapkan oleh Jamiatul Quran (yang sebagian metodenya kemudian diadaptasi oleh Rumah Qurani) adalah peran serta ibu dalam proses pengajaran itu (artinya, di Iran, para ibu ikut duduk di kelas bersama anak-anak mereka). Meskipun di Indonesia agaknya sistem ini sulit diterapkan, namun setidaknya ada nilai penting yang bisa kita ambil, yaitu pentingnya keteladanan orangtua. Bagaimana mungkin kita berharap anak-anak kita mencintai Al Quran dan memiliki akhlak Qurani bila kita sendiri orangtuanya jarang membaca Al Quran?

Langkah Kelima: berilah anak hadiah

Setelah anak berhasil menghafal satu ayat atau satu
surat pendek, berilah dia hadiah. Bila kondisi keuangan terbatas, bisa saja hadiah diberikan secara akumulatif. Misalnya, ketika anak sudah menghafal satu ayat atau satu
surat pendek, buat tanda bintang di kertas khusus. Katakan kepada anak, jika dia sudah mengumpulkan 10 tanda bintang (misalnya), dia akan mendapat hadiah buku cerita (atau apa saja sesuai kemampuan). Hadiah sangat berpengaruh besar kepada psikologis anak. Dia akan mendapatkan kenangan indah dari proses menghafal Al Quran dan insya Allah, kecintaan kepada Al Quran pun tumbuh dalam dadanya.

Demikian garis besar metode Rumah Qurani yang bisa diterapkan di rumah. Lebih lanjut kunjungi http://rumahqurani.multiply.com dan http://www.rumahpohonku.net/

Sumber : http://learningathome.wordpress.com/2007/01/31/mengajar-anak-menghafal-al-quran-dengan-metode-rumah-qurani/

Posted by
Solahudin Syihab

More

Aqualine: A Free Minimalist WordPress Theme

Today, we are glad to release a Free Minimalist WordPress Theme designed by Brendon Grobler and eFrog Themes for Onextrapixel and its readers. Aqualine is a unique and minimalist WordPress theme, that you can easily make customization to suit your needs. It is packed with an extensive options page – easily customise your theme without touching any code: Pick your own colour accent, choose a thumbnail with excerpts layout, or display your full posts, amongst many other built in options.
A Free Minimalist WordPress Theme

About the Design

Simplicity was the key idea behind the theme - Minimalism with an added visual punch of whatever colour you choose. Ideal as a blog or portfolio site, the goal was to create a beautiful minimalist theme that combines simplicity with a little abstract visual flair.

Posts Listing

Aqualine Posts

Single post

Aqualine Post Title

Comment Section

Aqualine Comment

Widgetized Footer

Aqualine Footer

Options Page in the WordPress Backend

Aqualine Options
Theme Features Include:
  • Widget ready – 2 widgetized areas in the footer
  • Automatic thumbnail generation
  • Customizable jQuery navigation – choose which categories & pages are displayed
  • Social bookmarking for your posts (can be disabled in the options panel)
  • Easily insert your Google analytics and RSS feeds
  • Choose your colour and upload your own favicon
  • Twitter & Flickr streams
  • Display your various social media profiles
  • Threaded comments
  • Custom pagination
  • Cross browser compatible – Tested in Firefox, Safari, Chrome, IE 8, IE 7, even IE6 (with a few minor quirks)
  • Work on WordPress 2.7 and above

Download the Theme for Free

This WordPress theme is released under GPL. You are free to use it for any of your projects without any restrictions. You may modify the theme as you wish. Please help us spread the word by linking back to this original article.
We offer our sincere thanks to Brendon Grobler and eFrog Themes for creating this Free WordPress theme.
Our freebies are especially for our readers and the design community at Onextrapixel. If you'd like to release any Free WordPress theme to others, feel free to contact us and we will be more than happy to assist you with that.
Sumber : http://www.onextrapixel.com/2010/05/27/aqualine-a-free-minimalist-wordpress-theme/

Posted by
Solahudin Syihab

More

Copyright © / Solah's Kliping

Template by : Urangkurai / powered by :blogger